RSS

Sistem Kontrol Dalam Fisika Instrumentasi

01 Apr

Sistem kontrol adalah suatu alat (kumpulan komponen) untuk mengendalikan, memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem. Sebuah sistem dapat diartikan suatu kumpulan komponen – komponen yang terhubung bersama dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi atau data. Tujuan dari menggunakan sistem kontrol adalah untuk mendapatkan output atau hasil produksi yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Apa sih yang harus dikontrol dari suatu sistem??

Misal disini kita buat suatu miniplan dalam bidang Fisika Instrumentasi yaitu sistem kontrol level ketinggian air atau sistem kontrol suhu atau temperature dalam suatu ruangan. Jadi dari sebuah miniplan tersebut objek yang dikontrol adalah air atau suhu. Bisa juga kita membuat sistem dengan objek yang dikontrol berupa besaran fisis lainnya seperti ,kelembaban, cahaya(terang – gelap) dan fluida. Dalam sistem kontrol dalam bidang Fiska Instrumentasi ini objek yang dikontrol adalah berupa besaran – besaran fisis.

Ada 2 Jenis Sistem kontrol :

1. Sistem kontrol loop tertutup ( close loop)

2. Sistem kontrol loop terbuka ( open loop)


Sekarang mulai kita bahas untuk sistem kontrol yang pertama yaitu :

1. Sistem kontrol loop tertutup ( close loop )

Sistem kontrol loop tertutup atau disebut juga sistem kontrol umpan balik ( feedback ) yang memegang peranan penting adalah sinyal kesalahan atau error signal ,perbedaan antara sinyal input dengan sinyal output yang di kirimkan ke mikrokontroler. Tujuannya adalah untuk mengurangi kesalahan yang dihasilkan melalui  sinyal output dan menjadikan sinyal output sesuai dengan hasil yang diinginkan. dapat dilihat diagram dari close loop seperti dibawah ini:


contoh dari sistem kontrol loop tertutup adalah AC ( Air Conditioner ), kulkas, pompa otomatis,dll.

Fungsi alih atau fungsi transfer dari sistem loop tertutup dapat dinyatakan seperti dibawah ini:

close loop
Fungsi Transfer close loop diagram

 

2. Sistem kontrol loop terbuka ( open loop )

Pada Sistem kontrol loop terbuka, keluarannya tidak mempengaruhi sinyal output karena tidak ada sinyal umpan balik ( feedback ). jadi pada sistem kontrol loop terbuka ini sinyal outputnya tidak dapat digunakan sebagai perbandingan dengan sinyal inputnya. akibatnya adalah ketetapan atau ketelitian dari sistem ini tergantung pada proses kalibrasi.

diagram dari open loop dapat dilihat dibawah ini:

contoh dari sistem loop terbuka ini adalah mesin cuci, karena dari proses perendaman, pencucian, dan pembilasan dalam mesin cuci dilakukan atas berdasarkan waktu( timer ). Mesin cuci tidak mengukur hasil keluaran berupa tingkat kebersihan dari pakaian yang dimasukkan sebagai masukan. contoh lain, pemanggang roti juga bisa dimasukkan dalam sistem open loop.

Fungsi alih atau fungsi transfer dari sistem kontrol loop terbuka dapat dinyatakan seperti dibawah ini:

 

C(s) = G(s) x R(s)

C(s) / R(s) = G(s) ( Fungsi transfer )


Sekian dulu pembahasan tentang sistem kontrol……..semoga bisa bermanfaat.

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2011 in instrument

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: