RSS

PLC (Programmable Logic Controller)

26 May

Introduction

Proses di berbagai bidang industri dengan skala besar biasanya sangat kompleks dan rumit serta banyak sekali sub – sub proses. Setiap sub proses perlu dikontrol secara benar agar sesuai dengan subproses yang lain. Beberapa tahun sebelumnya, pengontrolan berbagai proses diindustri masih menggunakan cara konvensional atau tradisional, yaitu dengan menggunakan ratusan atau ribuan relai yang disusun sedemikian rupa untuk membentuk logika control yang dirancang atau dibutuhkan. Relai – relai tersebut memerlukan pengabelan yang rumit sehingga menimbulkan berbagai masalah. Kelemahan dari system yang lama ini atau konvensional dengan menggunakan relai antara lain :

  1. System pengkabelan yang sangat rumit.
  2. Relai yang digunakan merupakan komponen elektromekanik yang seringkali tidak awet karena arus pada bagian mekaniknya.
  3. Apabila mau mengubah pada strategi control yang digunakan maka perubahan tersebut tidak mudah untuk dilakukan Karena harus mengubah secara fisik relai dan koneksinya.
  4. Bila terjadi kesalahan maka tidak mudah untuk menemukan kesalahan tersebut, disamping juga memerlukan seorang yang ahli dibidangnya.
  5. Bila terjadi kerusakan, system terpaksa dimatikan dalam waktu yang relative lama untuk membetulkan nya.
  6. Memerlukan supplay catudaya yang cukup besar untuk menggerakkan relai yang jumlahnya banyak.
  7. System control memerlukan ruang yang cukup besar karena ukuran dan banyaknya relai yang digunakan.

relay

Gambar a. system kontrol konvensional dengan relay

PLC

Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah perangkat yang dirancang untuk menggantikan system control elektrik yang berbasis relai yang mulai digunakan pada tahun 1970-an. Ide utamanya adalah untuk mensubstitusi relai yang digunakan untuk mengimplementasikan logika control. Sesuai namanya, PLC dapat dengan mudah diprogram ulang.

Kelebihan dari penggunaan PLC ini antara lain :

  1. Relative lebih mudah untuk melakukan perubahan pada strategi control yang akan digunakan, karena logika control yang digunakan diwujudkan dalam bentuk perangkat lunak.
  2. Jumlah relai yang diperlukan dapat dikurangi hingga tinggal seperlimanya aja.
  3. Lebih mudah untuk menginstalasinya karena pengkabelannya lebih sederhana.
  4. Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan kerusakan karena PLC memiliki fasilitas self-diagnosis.
  5. Secara umum biaya yang diperlukan lebih kecil, baik dari segi biaya pengadaan maupun perawatan.
  6. Tahan bekerja terus-menerus dalam lingkungan kerja yang umum dijumpai di pabrik – pabrik, misalnya temperature tinggi, tekanan tinggi, kelembaban tinggi atau beracun.

micro-plc_mini

Gambar c. tipe mikro

plc mini

gambar b. tipe mini

Tipe rack

Gambar d. tipe rack

Gambar – gambar di atas adalah contoh – contoh PLC dengan berbagai ukuran, ada yang tipe mini (puluhan pin), tipe mikro (beberapa pin) dan tipe rack (ratusan – ribuan pin).

Komponen dasar PLC

PLC tersusun atas beberapa komponen dasar antara lain :

1. CPU (Central Processing Unit)

Yaitu otak dari PLC yang mengerjakan berbagai operasi, antara lain mengeksekusi program, menyimpan dan mengambil data dari memori, membaca kondisi/nilai input serta mengatur nilai output, memeriksa adanya kerusakan (self-diagnostic), serta melakukan komunikasi dengan perangkat lain.

2. Input

Merupakan bagian PLC yang berhubungan dengan perangkat luar yang memberikan masukan kepada CPU. Perangkat luar input dapat berupa tombol, switch, sensor atau piranti ukur lain.

3. Output

Merupakan bagian PLC yang berhubungan dengan perangkat luar yang memberikan keluaran dari CPU. Perangkat luar output dapat berupa lampu, katub (valve), motor, dan lain – lain.

4. Memori

Tempat untuk menyimpan program dan data yang akan dijalankan dan diolah oleh CPU. Dalam pembahasan PLC,memori sering disebut sebagai file. Dalam PLC memori terdiri atas memori program untuk menyimpan program yang akan dieksekusi, memori data untuk menyimpan nilai – nilai hasil operasi CPU, nilai tiner dan counter, serta memori yang menyimpan nilai kondisi input dan output.

Kebanyakan PLC sekarang memiliki satuan memori dalam word (16 bit).

5. Fasilitas komunikasi

Yang membantu CPU dalam melakukan pertukaran data dengan perangkat lain, termauk juga berkomunikasi dengan computer untuk melakukan pemrograman dan pemantauan.

6. Fasilitas ekstensi

Untuk menghubungkan modul PLC dengan modul pengembangan I/O sehingga jumlah terminal I/O dapat ditingkatkan.

7. Catudaya

Untuk menyuplai daya kepada semua komponen dalam PLC. Biasanya catudaya PLC adalah 220 VAC atau 24 VDC.

Cara Kerja PLC

PLC beroperasi secara kontinu dalam 4 langkah ( disebut 1 scan ), setiap scan terdiri atas :

1. Self test

PLC memulai setiap scan dengan memeriksa apakah terdapat kesalahan program yang akan dieksekusi serta mereset watch timer.

2. Input scan

PLC membaca nilai atau kondisi dari terminal input dan menyimpannya dalam memori input. Pengolahan nilai input selanjutnya didasarkan pada nilai pada memori input. Hal ini dimaksudkan agar nilai input tetap konsisten selama satu scan. Apabila terjadi perubahan nilai maka baru akan berpengaruh pada scan berikutnya. Namun terdapat instruksi khusus apabila hendak mengambil nilai langsung dari terminal input.

3. Solve logic

Selanjutnya PLC mengeksekusi program satu demi satu menggunakan nilai pada memori input dan memperbaharui nilai pada memori output. Pemograman PLC difokuskan pada bagian ini.

4. Output scan

Pada tahap terakhir PLC mengeluarkan nilai dari memori output ke terminal output dan selanjutnya ke perangkat luar output.

Setiap scan memerlukan waktu yang berbeda bergantung pada panjangnya program yang diterapkan, namun secara umum berlangsung sangat cepat.

 
5 Comments

Posted by on May 26, 2009 in instrument

 

5 responses to “PLC (Programmable Logic Controller)

  1. Adiholix

    July 5, 2009 at 12:56 pm

    mas,,mas..mau tanya ya..klo bedanya PLC sama DCS itu gmn ya mas? trus knapa kok input sensor yg msk ke PLC berupa arus 5-20 mA ya? jadi bingung nich..tolong di jawab ya mas..sory mas, masih ijo didunia gini2an..trims mas..

    hehehe..

     
  2. priyahitajuniarfan

    July 22, 2009 at 12:34 am

    Menurut saya Perbedaan Dari DCS dan PLC itu kalau dilihat dari definisi nya sbg berikut :
    DCS (Distributed Control System) sesuai dengan namanya adalah sebuah system control yang bekerja menggunakan beberapa controller dan mengkoordinasikan kerja semua controller tersebut. Masing-masing controller tersebut menangani sebuah plant yang terpisah. Controller yang dimaksud tersebut adalah PLC.
    PLC (Programmable Logic Controller) sesuai dengan namanya adalah sebuah CONTROLLER yang dapat deprogram kembali. Jika PLC hanya berdiri sendiri dan tidak digabungkan dengan PLC yang lain, SISTEM pengontrolannya dinamakan DDC(Direct Digital Control)
    PLC pada dasarnya hanya pengontrol logika yang dapat diprogram. Walaupun pada perkembangannya PLC sudah dilengkapi analog signal, kemampuan aritmatiknya sangat terbatas.

    Sedangkan DCS, Sistem Pengendali terdistribusi Penekanannya ada di D-nya, Distribusi, yaitu distribusi tiga hal : Distribusi Resiko kegagalan, Distribusi lokasi dan Distribusi Pengendalian dan Man Power.
    Kalau dibawah ini perbedaan dari kecepatan responnya:
    memang benar bahwa DCS lebih lambat responnya dibanding PLC. Karena memang untuk regulatory control tidak perlu respon yang terlalu cepat karena kalau gagal masih ada safety shutdown system. Jadi perbedaan PLC ama DCS mungkin terletak pada kecepatan responnya.
    Nanti akan saya tambahkan artikel tentang PLC atau DCS biar bisa menambah refrensi.

     
  3. adiholix

    August 14, 2009 at 5:36 pm

    oh, PLC dan DCS itu bisa diprogram ya mas..baru tau..tak kira lngsng tancep sana-sini aja udah jalan…klo cara mrogramnya gimana mas ya?? wah bisa nambah wawasan baru nich…trims ya mas..

     
  4. priyahitajuniarfan

    October 10, 2009 at 11:07 pm

    cara mrogramnya ada software nya tu mas…..
    dan programnya itu digunakan untuk menggantikan peran relay,kan klo pke cara biasa kita bisa pake relay aj.
    program nya ini klo g slh ingat namanya program ladder atau diagram tangga.
    klo mo nyoba2 ad software bwt simulator nya….namanya Logic Pro. link nya http://www.TheLearningPit.com/ip/downloads.asp

     
  5. sunardi tri handoyo

    December 25, 2014 at 10:41 am

    mas plc saya CP1E N20DRA outputnya tidak keluat / lampu idikator tdk menyala walaupun saya beri program sederhana, mohon pencerahan!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: