RSS

don’t be lazy

05 May

malas……..malas……..kata yang tidak asing terdengar ditelinga kita, apa itu malas??!!
malas itu banyak banget jenis nya…ada malas makan, malas belajar, malas mandi , malas pergi, malas kuliah bahkan ada yang malas hidup…….
malas termasuk penyakit menular lho!…….dan gara2 malas kita bisa kehilangan banyak hal dan akan mengalami kerugian banyak tapi ada juga yang mengatakan kalau malas itu ada manfaat nya dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehai-hari.
kita dapat melakukan pencegahan malas dengan beberapa langkah-langkah seperti :
1. mengidentifikasi latarbelakang penyebab timbulnya rasa malas dalam diri.setiap individu akan memiliki tingkat atau set point yang berbeda dalam menimbulkan rasa malas dalam diri sendiri. ada faktor dari dalam diri sendiri ataukah dari faktor luar seperti lingkunga atau bisa juga karena faktor kedua-duanya. Kalo dari faktor dalam diri relatif lebih bisa dikendalikan ketimbang faktor dari luar. Beberapa faktor dari dalam adalah pengetahuan, sikap, kemampuan dan pengalaman serta percaya diri dalam memahami makna bekerja.Dengan diketahuinya faktor-faktor tersebut seharusnya mulai timbul bahwa sifat malas akan dapat diatasi.

2. belajar dengan cara banyak membaca untuk memahami sudut pandang tentang makna bekerja (positif dan negatif). Dari sisi positif, bekerja antara lain dipandang sebagai ibadah, kewajiban sosial, panggilan jiwa, aktualisasi diri, dan sesuatu kegiatan yang menyenangkan. Dari sisi negatif; bisa jadi seseorang memandang bekerja sebagai sesuatu yang membuat susah dan ancaman kesenangan hidup santai dari yang bersangkutan.Seharusnya dilihat dari sudut religius, falsafah hidup, dan rasional, sudut pandang yang dimiliki tentang bekerja adalah dalam sisi positif.
3. proses pembelajaran yang lebih intensif lagi melalui aktif berkomunikasi dan atau bergaul dengan para akhli dan dengan pekerja keras-cerdas (semacam sosialisasi). Itu sangat membantu untuk meningkatkan pemahaman tentang makna bekerja yang lebih dalam.

4. Dengan hanya membaca, mendengar, dan melihat orang bekerja saja tidaklah cukup. Diperlukan bentuk pembelajaran lainnya yaitu mencoba terjun langsung bekerja khususnya yang sesuai dengan bidang dan kompetensinya. Tentunya dengan niat dan kemauan yang tinggi. Pada awalnya bisa saja orang bersangkutan masih diliputi keraguan atau kecemasan apakah dia akan mampu atau berhasil melakukan sesuatu. Harapannya dari kegiatan yang berulang-ulang itu diperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman bahwa bekerja dengan keras dan cerdas ternyata penuh makna baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Di sisi lain sifat malas dipandang tak ada gunanya. Dengan kata lain lewat pembelajaran akan tumbuh kesadaran, minat, keinginan, dan kegiatan nyata. Sebut saja motivasi untuk bekerja keras dan cerdas secara bertahap akan tumbuh berkembang menjadi perilaku keseharian.

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2009 in free

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: